95 Mahasiswi Cabid PKL di Desa Gombong

DESAGOMBONG.COM – SEBANYAK 95 calon bidan (Cabid) program studi D-III Kebidanan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) selama dua pekan menyelenggarakan praktik kerja lapangan (PKL) di Desa Gombong Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang.

Menggunakan tiga buah mobil bus, puluhan mahasiswi yang didampingi para Dosen pembimbing PKL tiba di Balai Desa Gombong, Senin (7/1) sekitar pukul 13.00 Wib petang.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Desa Gombong Iwa Sutiswa dan Camat Panimbang Agus Amin Mursalin. Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Deden Kuswan, Kepala Puskesmas Panimbang dr. Joko Suryanto didampingi Koordinator Bidan (Koebid) Neti Herawati dan Bidan Desa (bides) Gombong Lusi, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Khsusus (Yankesus) dr. Kodiat Juarsa, Kabid Sumberdaya Kesehatan (SDK) Ratu Tanti Darmiasih, Msi serta sejumlah kader dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam pengantar sambutannya, Ketua Program Studi Diploma-III Kebidanan Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Tangerang Fatimah, SST, MKM mengatakan salah satu tujuan yang ingin didapat dari PKL yakni menerapkan mata ajaran Asuhan Kebidanan Komunitas yang dipelajari di bangku perkuliahan.

Oleh karena itu dirasa perlu memberi pengalaman belajar secara nyata ke lapangan agar Cabid memperoleh gambaran nyata secara langsung tentang fungsi, tugas dan tanggungjawab bidan di desa serta mengetahui pelayanan dasar yang ada ditingkat masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan mampu bekerjasama dengan tim kesehatan dan tokoh masyarakat di desa dalam membina kesehatan ibu dan anak,” paparnya.

Selain itu tambahnya, para Cabid dituntut untuk belajar melaksanakan praktik kebidanan secara konfrehensip dengan memperhatikan budaya setempat selama PKL mulai 7 Januari sampai dengan 19 Januari 2013 mendatang.

Sementara itu Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan mengungkapkan, keberadaan bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa sangat penting dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Pandeglang.

“Berkat peran Bidan di desa jumlah kematian ibu sepanjang tahun 2012 menurun menjadi 35 dibandingkan tahun 2011 sebesar 57,” ungkapnya.

Namun demikian diakui untuk kematian bayi jumlahnya cenderung meningkat dari 225 pada tahun 2011 menjadi sekitar 300 pada tahun 2012.

“Perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat sangat penting untuk dibudayakan diantaranya persalinan oleh tenaga kesehatan. Para Mahasiswa harus mengidentifikasi aspek sosial budaya yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak sebagai bahan kajian akademis,” katanya.