Pembayaran Ganti Rugi Lahan Tol Serang-Panimbang Belum Ada Sepakat

DESAGOMBONG.COM – Musyawarah pembayaran ganti rugi lahan jalan tol Serang-Panimbang di Kecamatan Panimbang tidak berjalan mulus. Pasalnya, warga Desa Gombong, Panimbang Jaya, dan Mekarjaya, Kecamatan Panimbang mengeluhkan harga ganti rugi yang akan diberikan pemerintah pusat kepada warga.

Kepala Desa (Kades) Gombong, Kecamatan Panimbang, Mamad mengatakan, kalau warganya banyak yang komplain soal harga pembebasan lahan untuk jalan tol oleh pemerintah. Besaran harga ganti rugi Rp 90 ribu permeter, yang dipatok oleh pemerintah, dianggap terlalu murah.

“Untuk lahan produktif saja hanya dikisaran Rp 90 ribu permeter, sehingga warga tidak menandatangani kesepatan pembelian lahan,” kata Mamad, Kamis (15/3/2018).

Sementara, bagian pengadaan lahan jalan tol Serang-Panimbang di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) RI, Ibrahim Hasan menjelaskan biaya pembebasan lahan itu tidak hanya sebatas dihitung harga tanahnya saja, akan tetapi ada hitungan biaya yang di luar harga lahan yang namanya solatium.

“Seperti untuk tanah sawah, selain dibayar harga tanahnya juga ditambah dengan hitungan kegiatan panen selama satu tahun. Terus untuk tanah yang ada pohon atau bangunan nanti itu di kasih ganti rugi,” jelasnya.

Namun, Ibrahim mengaku tidak mengetahui besaran harga yang sudah di tetapkan untuk membeli lahan milik warga, karena untuk masalah penetapan harga lahan seluas 250 bidang, ia mengaku belum tahu secara detail.

“Kalau soal harga pembebasannya saya kurang tahu persis, karena itu ranahnya tim apresial, untuk kegiatan pembayarannya, dipastikan sekitar April 2018 nanti bisa selesai,” tandasnya.

 

SUMBER BERITA